

{"id":7224,"date":"2023-11-28T11:51:05","date_gmt":"2023-11-28T04:51:05","guid":{"rendered":"https:\/\/smkmuh1cilacap.id\/?p=7224"},"modified":"2023-12-04T11:57:51","modified_gmt":"2023-12-04T04:57:51","slug":"upaya-meningkatkan-keaktifan-dan-hasil-belajar-siswa-pada-materi-jurnalpenyesuaian-dengan-menggunakan-model-pembelajaranproblem-based-learning","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smkmuh1cilacap.com\/?p=7224","title":{"rendered":"Upaya Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi JurnalPenyesuaian dengan Menggunakan Model PembelajaranProblem Based Learning"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br>Dalam proses pembelajaran siswa sebagai subjek belajar dan guru sebagai fasilitator,<br>oleh karena itu siswa harus berperan aktif dalam proses pembelajaran. Misalnya kemampuan<br>dan keberanian siswa untuk bertanya kepada guru atau teman mengenai materi pelajaran yang<br>belum dipahami dengan baik, kemampuan mengerjakan tugas, mempresentasikan tugas atau<br>proyek tertentu, partisipasi aktif ketika berdiskusi atau proses pemecahan masalah, dan<br>sejenisnya (Prasetyo &amp; Abduh, 2021). Dengan keaktifan siswa, maka hasil belajar mereka<br>berpotensi mengalami peningkatan (Nugroho &amp; Nugroho, 2016).<br>Selama ini guru lebih nyaman menggunakan model pembelajaran konvensional yang<br>monoton, sehingga siswa tidak tertarik dan bosan ketika mengikuti proses pembelajaran. Hal<br>inilah yang menyebabkan rendahnya keaktifan siswa. Pada saat proses pembelajaran teori,<br>siswa kurang semangat dan kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Hal tersebut<br>disebabkan karena materi yang disampaikan oleh guru kurang dapat diterima secara maksimal<br>oleh guru, sehingga akan berdampak pada hasil belajar peserta didik. Hasil belajar peserta didik<br>di SMK Muhammadiyah 1 Cilacap masih tergolong rendah, hal ini terlihat dari banyaknya<br>siswa yang hasil belajarnya kurang dari Kriteria Kelulusan Minimal (KKM) yaitu 70 pada<br>materi jurnal penyesuaian. Upaya untuk meningkatkan keaktifan dapat dilakukan melalui<br>beberapa hal, diantaranya dengan menggunakan model pembelajaran. Terdapat berbagai<br>macam model pembelajaran, salah satunya adalah model pembelajaran problem based<br>learning..<br>Menurut Darmadi (2017) mengemukakan bahwa \u201cpembelajaran berbasis masalah<br>merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga<br>merangsang peserta didik untuk belajar\u201d. Dalam model pembelajaran problem based learning<br>ini siswa dituntut untuk bekerja sama dalam kelompok sehingga akan menumbuhkan keaktifan<br>dalam pembelajaran. Penerapan model pembelajaran problem based learning pada kompetensi<br>jurnal penyesuaian dirasa tepat, karena pada model pembelajaran ini menggunakan masalah<br>yang nyata sebagai bahan pembelajaran. Siswa akan memecahkan masalah tersebut secara<br>individu atau kelompok sehingga diharapkan dapat meningkatkan keaktifan belajar. Dengan<br>meningkatnya keaktifan memungkinkan memberikan dampak positif pada keberhasilan belajar<br>(Wardan, 2014). Menurut Mustaji dan Arthana (2005) Kelebihan penggunaan pembelajaran<br>berdasarkan masalah adalah 1) Siswa lebih memahami konsep yang diajarkan sebab mereka<br>sendiri menemukan konsep tersebut. 2) Melibatkan secara aktif memecahkan masalah dan<br>menuntut keterampilan berpikir siswa yang lebih tinggi.<br>Hal baik dari kegiatan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Problem<br>Based Learning yang pertama yaitu meningkatkan keaktifan siswa. Pada saat inovasi<br>pembelajaran berlangsung, siswa lebih aktif dan interaktif sehingga memberikan pemahaman<br>konsep yang lebih mendalam kepada siswa. Hal baik yang kedua yaitu peningkatan<br>kemampuan analisis. Pada saat diskusi kelompok dapat membantu siswa dalam<br>mengembangkan kemampuan analisis mereka melalui pemecahan masalah materi pencatatan<br>transaksi ke dalam jurnal penyesuaian Selama proses pembelajaran saya mengalami kendala<br>yaitu pertama pemahaman setiap siswa berbeda-beda terhadap materi yang diberikan sehingga<br>waktu yang diperlukan setiap kelompok untuk menyelesaikan tugas diskusi juga berbeda-beda.<br>Dan yang kedua ada siswa yang kurang percaya diri saat berbicara di depan kelas atau saat<br>presentasi.<br><strong>Pembahasan<\/strong><br>Selama proses pembelajaran, menerapkan sintak-sintak yang ada dalam model<br>pembelajaran problem based Learning. Terdapat lima sintak yang harus dilaksanakan dalam<br>model pembelajaran PBL yang pertama orientasi pada masalah dengan menayangkan video<br>mengenai permasalahan jurnal penyesuaian di slide power point. Yang kedua guru<br>mengorganisasikan siswa untuk membentuk kelompok. Sintak yang ketiga guru membimbing<br>penyelidikan indivdu maupun kelompok dimana guru berkeliling memandu kegiatan diskusi<br>siswa. Sintak yang keempat siswa mengembangkan dan menyajikan hasil karya melalui tugas<br>presentasi hasil diskusi. Guru memberikan tanggapan atau apresisai terhadap siswa yang<br>melakukan presentasi. Dan sintak yang terakhir yaitu menganalisis dan mengevaluasi proses<br>pemecahan masalah. Setelah melakukan sintak-sintak tersebut dalam proses pembelajaran,<br>peserta didik menunjukkan tingkat keaktifan yang tinggi dalam memahami dan menyelesaikan<br>masalah mengenai materi pencatatan transaksi ke dalam jurnal penyesuaian.<br>Solusi untuk mengatasi tantangan yaitu membuat bahan ajar yang menarik dan siswa<br>dapat mengaksesnya dimanapun dan kapanpun sehingga siswa dapat belajar sebelum<br>pembelajaran dimulai dan diharapkan siswa lebih memahami akan materi jurnal penyesuaian.<br>Kedua melakukan pendampingan saat diskusi, memberikan pertanyaan pemantik dan reward<br>dalam bentuk pujian serta memberikan motivasi dan panduan kepada siswa sebelum mereka<br>melakukan presentasi.<br>.<br>Hasilnya memberikan dampak positif terhadap siswa, yaitu siswa lebih terlibat aktif.<br>Hal tersebut terlihat dari siswa yang berani mengungkapkan pendapatnya ketika diberi<br>pertanyaan oleh guru. Dan siswa juga memiliki pemahaman yang mendalam terhadap materi<br>jurnal penyesuaian. Hasil belajar siswa juga bagus. Hal ini dapat dilihat dari hasil Post test<br>siswa dimana sudah 85% siswa mendapatkan nilai diatas KKM. Hal ini sudah mengalami<br>kenaikan sebesar 45% dari hasil pre tes karena hasil pretes menunjukkan sebanyak 8 siswa<br>atau 40% yang sudah mendapatkan nilai diatas KKM. Respon siswa terhadap model<br>pembelajaran ini juga positif, dimana mereka jarang sekali yang mengobrol sendiri atau bahkan<br>mengantuk pada saat proses pembelajaran. Bahkan ada siswa yang ketagihan menggunakan<br>aplikasi Quiziz pada saat pre tes dan post test karena menurut mereka dengan aplikasi Quiziz<br>lebih menarik daripada mengerjakan soal melalui kertas.<br><strong>Kesimpulan<\/strong><br>Penerapan model pembelajaran problem based learning mengakibatkan pembelajaran<br>aktif dan berpusat pada siswa sehingga pemahaman siswa meningkat dan hasil belajarnya juga<br>meningkat.<br><strong>Daftar Pustaka<\/strong><br>Fitri Sulastri, Marlina. 2016. Penerapan Strategi Problem Based Learning untuk Meningkatkan<br>Hasil Belajar Komputer Akuntansi Siswa Kelas XI Akuntansi SMK YPKK 1 Sleman.<br>Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakata.<br>Nafiah., Y., &amp; Suyanto., W. (2014). Penerapan Model Problem-Based Learning Untuk<br>Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Siswa. UNY: Jurnal<br>Pendidika<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PendahuluanDalam proses pembelajaran siswa sebagai subjek belajar dan guru sebagai fasilitator,oleh karena itu siswa harus berperan aktif dalam proses pembelajaran. Misalnya kemampuandan keberanian siswa untuk bertanya kepada guru atau teman mengenai materi pelajaran yangbelum dipahami dengan baik, kemampuan mengerjakan tugas, mempresentasikan tugas atauproyek tertentu, partisipasi aktif ketika berdiskusi atau proses pemecahan masalah, dansejenisnya (Prasetyo &amp; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7224","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-informasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smkmuh1cilacap.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7224","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smkmuh1cilacap.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smkmuh1cilacap.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkmuh1cilacap.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkmuh1cilacap.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7224"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smkmuh1cilacap.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7224\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7225,"href":"https:\/\/smkmuh1cilacap.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7224\/revisions\/7225"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smkmuh1cilacap.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7224"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smkmuh1cilacap.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7224"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smkmuh1cilacap.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7224"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}